sepenggal kisah lelaki yang pernah hadirkan rasa cinta…

pagi masih basah…
geliat malam pada embun masih terasa….
menciptakan sketsa yang indah dalam baluran dinginnya pagi..
membuaiku dalam angan2 yang ingin kurangkai dalam cerita tak berujung…
kemarin….. dia menelponku…
dia… seorang yang pernah hadirkan cinta dalam diamnya, pernah tawarkan manisnya jalinan suci,,, tapi aku tak pernah mempedulikannya… karna aku telah mempunyai pilihan yang lain..
tapi entahlah… kenapa aQ tiba2 terluka saat dia bercerita… bahwa dia telah meminang gadis lain.. walaupun tak dicintainya…
aQ berusaha menetralkan hatiku…
Allah… jangan kau buat hatiku segelisah ini… secemburu ini… karna aq tak pernah sekalipun berikan harapan buat dia… karna aq tak sekalipun mencintainya… tapi kenapa hati ini tetap merasa sakkit…. sakit sekali…
Allah……. aku berlindung kepada mu… dari rasa cinta yang tak bermuara ini…..
met berbahagia ka’…. doa adhe’ menyertaimu….

Add comment November 29, 2009 mozzajambi

tentang dia…yang mencintaiku tanpa lelah…

Aku ingin bercerita tentang dia… tentang seseorang yang tak pernah lelah mencintaiku… seseorang yang tak pernah lelah menunggu jawaban atas pertanyaan cintanya yang tak pernah terjawab… seseorang yang tak lelah mencintaiku…seseorang yang selalu setia menunggu kesediaanku menjadi kekasih hatinya,,, mentari jiwanya…. dan pengobat rindu dihatinya…
Dia adalah… seorang ikhwan… yang tengah menuntut ilmu di ujung kota surabaya… jember…
Ingin sekali rasanya menyambut uluran kasihnya… ingin sekali rasanya menjadi seseorang seperti yang dia inginkan… menjadi kekasih dari seseorang yang mencintai ku dengan ketulusan hatinya yang terdalam, menjadi seseorang yang istimewa dari seseorang yang rela menungguku bertahun2 demi mendapatkan jawaban ‘ya’ dari mulutku…
tapi… apa dayaku, hatiku tak pernah tergerak untuk mencoba mencintainya… hatiku tak pernah tersentuh oleh segala pengorbanan yang telah dia berikan…. hatiku tak pernah merasakan ada cinta yang hadir untuknya walau sedikiiiiiit saja….
aq telah mencoba tuk hadirkan dia dalam mimpi2 q… aq juga telah mencoba tuk hadirkan bayang2nya dalam imajinasi ku yang menari2… berharap aku akan menemukan ada keajaiban bahwa tiba2 hatiku mencintainya…. menjadi seseorang yang bertahta dihatinya… dihati seorang lelaki yang punya ruang berjuta cinta….
Ah… tapi entah mengapa… semua itu terasa amat sulit bagiku,,, untuk sekedar mencoba mencintainya,,, hatiku telah terpasung oleh seorang mahluk adam yang telah menemani hari2ku sebelum dia hadir…. hatiku telah terjerat oleh seseorang yang telah 9thun mengisi hari2ku… walau penuh liku… penuh cerita luka , duka… tapi… tetaplah dia telah memenjara perasan cinta ku… hingga aku tak dapat berpaling darinya… walaupun dia menghianatiku….
Allah… bodohkah aq yang telah menyia2kan seseorang yang begitu mencintaiku,… memujaku dengan segenap cinta…?
tapi inilah aq… yang tak pernah bisa menghadirkan bayang lain… selain dia,,, seseorang yang telah bersamaku… mengukir indahnya kenangan,,, menyulam sakitnya luka… mengabadikan kisah2 dalam kesetiaan… aq selalu menafikan bayang2 lain yang berusaha hadir dengan janji cinta yang lebih indah…
Tapi aku yakin ya Allah… kesemua itu adalah karena Mu… karna kehendak Mu menciptakan hatiku untuk mencintai satu lelaki seumur hidupku… walau penuh luka,,, kecewa dan derita….
Engkauilah pemilik hati setiap mahluk ya robb… aku hanya berjalan pada titian takdir yang telah engkau gariskan… aku tak bisa menentangnya,,, apalagi menghapus taqdir…
jika nanti ternyata ada waktu yang telah menjadikan hatiku berubah… maka labuhkan lah perasaanku pada seseorang yang begitu mencintaiku,… yang tak pernah membagi cinta nya dengan yang lain… tapi jika taqdirku adalah agar aq terus mencintainya…maka… jagalah dia disetiap langkahnya… agar ia tak pernah menjauh darimu…
ka’ irsy… maafkan aq… karna aku mang tak pernah bisa… menjadikan mu hal terindah dalam hatiku….

Add comment November 26, 2009 mozzajambi
Tags: , , , , ,

pagi yang indah….

pagi yang indah….
dah lama tak menikmati hari secerah ini…rasanya ingin sekali jalan2…. sekedar tuk mengurangi penat dihati….
penat dengan segala aktifitas yang biasa… penat karna terkadang kangen ma dia…. kangen yang tak pernah hilang…. kangeen yang tak penah bisa ku hentikan…
kapan yah bisa ktemu ma dia…??????????? dah hampir 9 tahun g’ pernah ketemu ma dia… ntar kalo q ktemu ma dia gmn ya,,,,.??????????? dia sekarang tambah apa ya….???????? ah… itu semua g’ penting… yang penting dia baik2 saja… dan masih menyimpan cintanya untuk q…. karna aku yakin,… suatu saat nanti… kita akhirnya kan dpertemukan juga….
besok lebaran idul adha…. lagi2 ku lalui lebaran kali ini di ma’had… duuuhhhh… padahal pengen sekali ngerasain lebaran dirumah… kaya apa ya….? dah ke 8x nya q lebaran dsini…. tapi gpp lah… mungkin ini mang yang terbaik…..
tapi…. kangen ini akan selalu ada…. wat mu… wat dia… wat keluarga… dan wat semua….. i miss u fullllllllllll…………………………

Add comment November 26, 2009 mozzajambi
Tags: , , , ,

MMA saat ini…

Madrasah mu’alimat alhikmah 2 benda atau biasa di sebut dengan MMA adalah sekolah yang berbasis agama…atau sekolah non formal segala yang berbau agama di pelajari disana… mulai ilmu ‘arud, falak, faroid, tafsir, ilmu tafsir, mantiq,hadits, tajwid balaghoh dan nahwu.. baik jurmiyah, imrithi dan alfiyah… dan masih banyak lagi.dulu MMA hanya di isi oleh anak2 perempuan.. tapi semenjak tahun 2008 MMA menerima siawa laki2.
dulu… madrasah mu’alimat alhikmah adalah salah satu sekolah yang sangat di gemari, karna adanya khataman alfiyah yang sangat meriah, dan tidak di perlukannya ijazah formal untuk melamar pekerjaan…. tapi semenjak ijazah formal sangat diperlukan untuk melamar pekerjaan maka sedikit demi sedikit MMA mulai berkurang peminatnya.. tapi bukan hanya karna alasan itu saja… alasan lainnya adalah karna ilmu agama memang telah berkurang peminatnya seperti halnya yang telah diterangkan da;lam kitab ‘idotunnasyiin… mereka lebih senang memilih sekolah yang mangantarkannya menjadi pegawai negri..
tapi MMA yang dulu dengan yang sekarang sangatlah berbeda… dulu… para siswa MMA hanya mengenal yang namanya setoran, hafalan, lalaran dan simak2an.. berbeda dgn keadaan sekarang,, siswa telah banyak yang mengenal kecanggihan tehnologi.. atau biasa disebut dengan dunia maya…tehnologi komputer lengkap dengan internet telah masuk dalam kurikulum MMA.semua itu dikarenakan adanya tuntutan zaman atau agar tidak dibilang gaptek.
tapi.. dengan adanya tehnologi ini… ada dampak negatif dan positifnya… dampak negatifnya karna siswa MMA mjd jarang nadzoman, menghafal, muthola’ah dan lebih banyak menghabiskan waktu luangnya untuk berselancar didunia maya. dampak positifnya adalah mereka menjadi tidak gaptek, tahu prkembangan teknologi, mudah mencari bahan2 buat diskusi dan lebih familiar terhadap ngenet.. (hehehe……….)
yang pasti buat saya pribadi saya selalu berkhusnudzo … apapun hal yang telah dilakukan MMA adalah sebuah cara yang ditempuh demi kemajuan MMA agar MMA menjadi lebih baik dan ilmu agama didunia pesantren tetap utuh dan abadi.. amiiiiiiin.
bagi teman2 alumni MMA yang akan bertanya tentang MMA boleh menghubungi saya… hehehe…

Add comment November 23, 2009 mozzajambi
Tags: , ,

Sepenggal kisah hidup…..

Hidup adalah perjuangan… yah… itu adalah kata2 yang sudah tak asing lagi bagi siapapun…tapi…bagiku hidup bukan lah hanya sekedar kata kata berjuang… makna hidup buatku teramat sangat dalam..
bagiku hidup itu tangis… juga tawa… karna… tangis selalu mengiringi setiap langkah kaki menuju perjalanan hidup yang akan diperjuangkan… dan tawa sllu hadir saat aq merasa kebahagiaan hidup telah menyapa…..
hidup juga cinta…. satu kata yang menyimpan berjuta misteri… dengan cinta aku menangis…. dgn cinta aq juga tertawa….ahhhhhhhhh……….

Add comment November 23, 2009 mozzajambi
Tags: , ,

cuma pengen curhat….

sahabat… aq ingin berbagi dengan kalian … ternyata menjadi pengajar yang baik itu sangatlah sulit….modal pintar , cerdas, supel… belumlah cukup untuk menjadi guru yang baik… yang bisa diterima… yang bisa menyenangkan…
masih banyak hal yang perlu di pelajari… dibenahi… untuk menjadi seperti yang menjadi harapan… sebagai guru yang baik, bertanggung jawab, dan menyenangkan…
terkadang…lelah kerap datang menyapa… lelah karna menghadapi murid2 yang tidak menurut… tak memahami apa yang telah diajarkan… bahkan yang sangat menyedihkan ketika sedang menerangkan dengan enaknya mereka mengobrol… tidur atau bahkan membuat gaduh… miri………….ssssssssssss sekali rasanya melihat keadaan yang seperti itu… dalam keadaan seperti itu ingin rasanya aq menangis,,, berlari meninggalkan kelas… atau bahkan marah marah…. tapi aq tak bisa… aq terlalu lemah untuk itu… karna aku tahu… mereka hanyalah anak2 yang butuh bimbingan… yang masih dalam masa2 rawan.. penuh emosi… dan mengekspresikan diri… aku harus kuat.. tegar… dan mampu membuat mereka menjadi lebih baik..
aq jadi teringat ketika masih sekolah dulu… kata ustadz q… jadilah murid yang baik… karna murid mu nanti akan seperti apa yang telah kamu lakukan saat ini…
duh gusti… saat itu rasanya aq ingin menangis… jika mengingat nasihat dari para masyayikh…mungkinkah murid2 q sekarang adalah cerminan dari masa2 q sekolah dulu…?? tp bukankah dulu aq telah berusaha untuk menjadi murid yang baik…??????????
tapi aq berusaha husnudzon…. moga ini adalah cobaan q sebagai pengajar… agar nantinya aq terdidik menjadi lebih baik…. amiiiiiiiin. yahh… semoga….

Add comment November 23, 2009 mozzajambi
Tags: , , , ,

kangen mama…..

Assalamu’alaikum ma,

Senja mulai lelah, tapi aku harus menulis buatmu, ma
Ini hari adalah retasan gelisah untuk mama lalui
Seperti hari-hari kemarin,
seperti hari-hari lampau,
aku menyimpannya slalu
tak kan pernah ada yang bakal merampasnya
karena, aku adalah anakmu,ma

mama Q tersayang, belahan jiwaku yang sekepingnya tersimpan dijiwamu,
Senja masih merangkak, seperti Mama yang tertatih menjalani hidup
bersama laki-laki yang mencintai mama,
lalu menitipkannya kepada tanah
tuk berharap kelak bersanding dalam taman abadi

Bukankah cinta itu pula yg menghadirkan aku ke dunia ini, ma?
dan ku harap, masih cinta itu juga yang menemaniku saat kematian menjemput
bukankah itu beban teramat berat, ma
menghadirkan jiwamu ke dunia
lalu melepaskannya tuk pergi jauh ke dunia lain

ma, aku masih ingat dongengmu tentang batu karang
ia akan selalu kokoh sebagai pondasi bangunan di atasnya
tanpa bangunan pun, tetaplah pondasi yang tegar menatap langit

mamaku sayang,
Di awal senja aku menulis surat ini
Sengaja aku memilih senja agar mama merasa nyaman buat membacanya.
karena aku selalu ingin memberimu semburat senja

Menjelang senja ini berakhir
aku ingin menyanyikan lagu ini buat mama:

Kasih Ibu kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali
bagaikan surya menyinari dunia

Bait-bait itu masih menggenang di sepanjang muara hatiku
Sungguh, aku ingin menangis ketika berada di dekatmu,
menatap dalam-dalam matamu
yang selalu membersitkan belaian kasih sayang
Adakah insan yang bisa sepertimu?

Slalu ketulusan di tiap mama terlelap
pun dalam kelelahan

Manakala mimpi mendesak, menyapamu, lalu pulas
bukankah hanya mimpi yang slalu membuatmu bahagia?

Aku ingin memelukmu
tuk sekedar dapat pengakuan bahwa aku masih anakmu
dan tolong jangan marahi aku

mama, ijinkan hari ini aku mencintai senja
agar aq bisa melihat mu selalu tersenyum
I love u mam…

Add comment November 21, 2009 mozzajambi
Tags: , , , , ,

izinkan aQ mencium mu ibu…

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku �dipaksa� membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do�a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. (Bayu Gautama, Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia)

3 comments November 21, 2009 mozzajambi
Tags: , , , , , ,

cintaQ tak butuh alasan apapun

Waktu mungkin saja tak berpihak padaku,atau aku yang tak mau mengerti…
mungkin juga takdir tak pernah mau berbelas kasih padaku.
Tanpa alasan aku jatuh cinta padanya,jatuh cinta dengan seseorang yang di anggap biasa saja.. tp bagiku dia yang terhebat… karna dia…
Tanpa alasan mampu mengobrak -abrik tatanan hidupku yang sebelumnya baik-baik saja,
Tanpa alasan mampu menghancurkan tidur malamku,
Tanpa alasan mampu membuatku tampak bodoh…
Sungguh.. apakah aQ talah gilaaaaaaaaaaaaaa..?????????
hanya melihat senyum dan raut wajahnya yang tak pernah bisa kusentuh atau kurengkuh keindahannya….
aq bisa merasakan kedamaian…

Malam mungkin telah bosan,karena kepadanya kutitipkan selalu rinduku yang tak pernah terungkapkan.
Bintang mungkin mulai enggan mendengar rengekanku untk sedetik saja bertemu dengannya dalam nyata,senja mulai marah karena aku terlampau gila…ya gila…

Dia seperti udara yang harus kuhirup setiap waktu,
dia seperti lagu mengisi kekosongan jiwaku…
pada takdir kutitipkan harapanku,mungkinkah…cinta Q dan cintanya mampu membawa kedalam mahligai yamg abadi..
padanya kuungkapkan seribu puisi….
Dia telah hidup dalam separuh nafasku,
dia telah merasuk dan menempati altar hatiku…mengisi mimpi-mimpi ku meskipun terasa semu… yah… semu… karna tanpa ada pertemuan sama sekali…
tapi aQ yakin… cinta ini kan tetap terpatri… menempati ruang terindah dalam hati
pada MU Q titipkan cinta ini…. pada Mu Q titipkan dia yang tengah menuntut ilmu…. pada MU q berharap… cinta Q bukanlah cinta biasa…..
aQ lah wanita yang menantinya di ujung senja… yang mencintainya tanpa alasan apapun….
karna aQ tak butuh alasan untuk mencintainya…..

Add comment November 21, 2009 mozzajambi
Tags: , , , , , , ,

MENCINTAIMU ADALAH KEPUTUSAN

Lelaki tua menjelang 80 an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata, “Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang akan kamu temui disini.” Itulah kalimat utama Ustman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.

Sebab cinta adalah kata lain dari memberi… Sebab memberi adalah pekerjaan… sebab pekerjaan cinta adalah siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat… sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama… sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh… maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia akan mengatakan, “aku mencintaimu.” Kepada siapapun!

Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian disitu. “Aku mencintaimu” adalah ungkapan lain dari, “aku ingin memberimu sesuatu.” Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari, “Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia… aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin… aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang akan kulakukan padamu… aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu…” Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap proses integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang “aku mencintaimu”, kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tetapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.

Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. Semua dalam satu situasi : cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga , keempat dan seterusnya. Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.

Jalan hidup kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu konteks dimana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi sulit. Disitu konsistensi teruji. Disitu juga integritas terbukti . Sebab mereka yang bias mengejawantahkan cinta ditengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar.

Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya merasakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh. Bahagia-sebahagianya. Puas-sepuasnya. Samapai tidak ada tempat bagi yang lain. Bahkan setelah sang pecinta mati. Begitulah Naila Ustman telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak wajahnya untuk menolak semua pelamarnya. Tidak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu.

Add comment November 21, 2009 mozzajambi
Tags: , , , , ,

Previous Posts

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

Februari 2010
S S R K J S M
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Most Recent Posts